Situasi Terkini Kudeta Militer Myanmar Yang Makin Memburuk

Situasi Terkini Kudeta Militer Myanmar Yang Makin Memburuk – Seperti yang telah kita ketahui bersama, sejak tanggal 1 februari 2021 pihak militer Myanmar yang dikepalai oleh Min Aung Hlaing melakukan upaya penggulingan kekuasaan atau yang sering disebut dengan nama kudeta di Indonesia.

Kudeta ini didasari oleh ketidak puasan para militer di negara itu akan hasil pemilihan umum yang diselenggarakan pada november 2020, dimana mereka berpendapat bahwa kemenangan Aung San Suu Kyi pada pemilihan itu adalah hasil kecurangan dan juga rekayasa suara.

Sebenarnya kudeta ini bukanlah yang pertama di Myanmar, karena memang telah tercatat sudah terjadi tiga kali kudeta yang di alami oleh negara yang berbatasan langsung dengan thailand ini. Dimana hal itu terjadi pada tahun 1958, 1962 dan juga di tahun 1988.

Walaupun selama ini 3 kudeta yang telah terjadi di Myanmar selalu berhasil menggulingkan pihak yang berkuasa, namun yang saat ini terjadi agak sedikit berbeda dengan yang lain. Dikarenakan kudeta kali ini sangatlah ditentang oleh masyarakat sana yang memang sangat mencintai presiden terpilih tersebut.

Situasi Terkini Kudeta Militer Myanmar Yang Makin Memburuk

Oleh sebab itu hingga tulisan ini di publikasikan, protes terhadap kudeta militer Myanmar masih terus saja terjadi, dimana rakyat mengadakan segala macam protes di kota kota besar.

Dan sangat disayangkan reaksi pihak militer terhadap protes ini sangatlah buruk, karena walaupun protes yang dilakukan hanya berupa “long march” sambil membawa spanduk dan juga meneriakan permintaan mereka untuk menghentikan kudeta dan membebaskan pemimpin mereka Aung San Suu Kyi tapi militer mulai merespon para protestan dengan kekerasan.

Insiden pertama dikabarkan terjadi hanya beberapa hari setelah kudeta dimulai, dimana para tentara berusaha untuk membubarkan para demonstran dengan menggunakan water canon bertekanan tinggi. Namun karena dirasa belum cukup untuk bisa membubarkan orang orang, maka tindakan yang lebih keras pun mereka upayakan.

Tak hanya melakukan pemukulan saja, para tentara ini juga mulai menggunakan peluru tajam ketika menembaki para pendemo. Salah satu korban penembakan tentara tersebut adalah Ma Kyal Sin atau yang dikenal di oleh masyarakat dunia dengan nama “Angel”, hidupnya harus terhenti pada tanggal 3 Maret 2021 ketika timah panas menembus kepalanya.

Dan kekejaman rezim militer terhadap Ma Kyal Sin tak berhenti sampai disitu, sebab dalam beberapa hari setelah ia dimakamkan para tentara datang dan menyemen makam dari sang bidadari myanmar ini.

Jumlah korban keganasan aksi militer ini juga terus bertambah dimana data menunjukan bahwa setidaknya sudah ada 536 orang yang terbunuh oleh para tentara, dimana jumlah korban terbanyak terjadi di hari sabtu tanggal 27 Maret 2021 yaitu sekitar 141 jiwa.

Bahkan korban paling muda masih berusia 7 tahun yaitu Khin Myo Chit yang terbunuh di Mandalay yang tewas tertembak ketika korban sedang berlari ke pelukan ayahnya pada saat rumahnya sedang di geledah oleh para tentara ini.

Dunia internasional pun sangatlah mengecam peristiwa yang saat ini terjadi di Myanmar, namun ditengah kecaman tersebut Min Aung Hlaing masih berkelit bahwa apa yang dilakukan oleh militer ini adalah sebuah hal yang benar dan mengatasnamakan keadilan bagi seluruh rakyat.

Hingga saat tulisan ini dipublikasikan masih belum ada tanda tanda intervensi baik dari negara lain ataupun dewan PBB untuk menyelesaikan tragedi terbesar se- Asia Tenggara  pada 2 dekade ini. Sekian dulu informasi yang bisa saya bagikan, dan semoga tragedi ini akan berakhir secepatnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *